Home

Tampilkan postingan dengan label Wisata Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Dunia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Januari 2011

Desa Terapung Pada Danau Titicaca




Terbayang tidak, ketika kamu bangun tidur, kemudian melihat dunia mengapung pada jendela kamar kamu, kira-kira bencana apa yang sedang terjadi saat itu? Banjir bandang atau badai mimpi buruk sedang menerjang rumah kamu? Atau ini hanya hari-hari yang biasa pada sebuah ranjang rumput terapung di danau Titicaca.



Berlokasi di ketinggian 3.812 meter di padang Peruvian, di sini terdapat 40 pulau-pulau terapung. Awalnya dibuat oleh orang-orang Uros dari Peru dari jaman Inca, pulau-pulau cantik ini digunakan untuk tempat pelarian dan berlindung dari peperangan yang tidak pernah berhenti di tanah airnya.


Cara suku Uros ini bisa benar-benar membuat mereka sulit dijangkau oleh agresor, dan karena dikerjakan dengan sangat baik untuk masyarakat mereka selama berabad-abad, sepertinya tidak ada alasan untuk berpindah ke tanah daratan.

Dibuat dengan tangan secara seksama, pedesaan terapung ini disusun dari lapisan-lapisan rumput ilalang tortora yang dijadikan satu dan diikatkan ke suatu struktur dasar terapung, seperti ponton. Hasilnya adalah seperti rakit raksasa, dan lebih hebatnya lagi, lapisan-lapisan rumput ilalang ini mampu menahan beban yang berat dan besar.


Pulau-pulau ini sebenarnya cukup mutakhir dan bisa dipaksa diberi beban, tetapi harus diperbaiki secara berkala untuk memelihara kekuatannya. Ketika ilalang-ilalang tua mulai terlepas dari struktur dasarnya, ilalang-ilalang baru menggantikannya di permukaannya.

Rumput-rumput ilalang ini diambil dengan hati-hati dari pinggiran danau Titicaca. Pulau-pulau ini ditambatkan di tempatnya dengan tali-tali yang diikatkan ke tiang-tiang kayu pada dasar danau.


Hanya sedikit dari pulau-pulau itu yang mau menerima pengunjung. Bukan berarti hal tersebut mereka tidak baik, karena ada laporan yang menyebutkan tradisi hidup suku Uros ini berubah cepat karena bertambahnya interaksi mereka dengan para turis.

Para penghuni danau ini menganggap dirinya sebagai pelindung danau, dan konon lebih dahulu dari peradaban Inca. Menurut legenda dari generasi ke generasi, mereka bahkan sudah ada sebelum matahari, bintang, dan bulan.


Tidak heran dan hal yang wajar jika mereka khawatir akan direcoki oleh orang-orang yang ingin tahu banyak tentang mereka, apalagi orang-orang yang suka membuat kerusakan di muka bumi ini.

Lofoten, Kota Kecil di Lingkaran Arctic Yang Sangat Indah



Kepulauan Lofoten terletak di Norwegia bagian utara Lingkaran Arktik.

Lofoten dikenal di Norwegia karena keindahan alamnya yang luar biasa tetapi reputasinya tampaknya belum mendunia. Terletak di 68-69 derajat LU Lingkaran Arktik dan terkena dampak dari anomali temperatur Artic, Lafoten tentu saja sudah memenuhi syarat untuk menjadi salah satu tempat dengan pemandangan alam yang luar biasa indah di planet ini. Belum lagi dengan suasana yang memberikan ketenangan bagi para pengunjungnya.



Hal itu membuat Lafoten menjadi sebuah kota yang disebut dengan "An Arctic Paradise"


Kita dapat menemukan banyak laut-laut dalam dengan gugus terumbu karang air terbesar di dunia.

Ada jutaan burung laut dengan banyak spesies seperti elang laut, cormorant dan Puffin. Juga terdapat spesies berang-berang dan rusa.


Para penduduk di sekitar memberikan nama untuk salah satu pulau yang dikenal sebagai Vestvågøya dan pulau lain, Flakstadøya, yang berarti kaki serigala karena pulau tersebut emang berbentuk seperti jejak kaki serigala. Sekarang, seluruh wilayah kepulauan ini dikenal sebagai Lofoten dan termasuk daerah kabupaten di Norwegia Nordland.



Karena iklimnya yang unik, Lafoten pun menjadi pusat perikanan Cod terbesar selama lebih dari ribuan tahun yang lalu.

Ikan Cod bermigrasi ke selatan dari Laut Barents berkumpul di Lofoten untuk bertelur dan industri perikanan di sama telah lama memanfaatkan kondisi itu. Selama berabad-abad Norwegia adalah tempat dari mana sejumlah besar cod diekspor ke sebagian besar Eropa Utara.



Bahkan garis dari pulau-pulau ini terdiri dari tembok-tembok alam dengan tinggi sekitar 1100 meter. Gunung dan tebing-tebing di sisi utara Vestfjord melindungi daerah tersebut. Namun apa yang sebenarnya menciptakan anomali lingkaran Artik ? Jawabannya adalah Teluk Streams bersama dengan Current Norwegia dan Atlantik Utara. Melihat sungai yang mengalir lembut saja sudah cukup untuk membuat kita bertanya-tanya apakah kita memang sedang berada di dalam Arktik Circle.


Lofoten juga terkenal dengan hamparan pantai berpasir yang indah. Namun ada bahaya yang siap menghantui. Pasang Malstrøm dikenal sebagai pusaran pasang surut di Lofoten barat. Namun umumnya pantai di Lafoten aman.

Kepulauan Lofoten adalah tempat yang paling utara di dunia dimana suhu rata-rata di atas nol sepanjang tahun. Di bulan Januari suhu rata-rata -1,5 C dan pada bulan-bulan musim panas memiliki rata-rata 13 C selama 24 jam sepanjang hari. Suhu terpanas yang pernah tercatat adalah 30,4C.


Ada 3 bandara lokal yg masing-masing hanya melayani lebih dari 100 orang saja setiap harinya. Cukup mengherankan untuk sebuah Kepulauan dengan keindahan yang luar biasa .

Tapi UNESCO telah lama menobatkan Lofoten sebagai sebuah Situs Warisan Dunia


Bagaimana, apakah anda mau mencoba untuk berpetualang di Lofoten ??










source: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6164977

15 Bukit Batu Yang Luar Biasa


1. Nameless Tower


2. Cerro Torre, Patagonia, Argentina


3. Saint Matterhorn, Zermatt, Switzerland


4. Las Torres, Torres del Paine National Park, Patagonia


5. Bugaboo Spire, Columbia-Kootenay, Canada


6. Mount Roraima


7. Mount Thor, Baffin Island, Nunavut, Canada


8. Mount Thor, Baffin Island


9. Prekestolen, Kjerag plateau, Forsand, Norway


10. Las Torres de Vajolet, Italian Alps 


11. Agulha do Diabo 


12. Shiprock, New Mexico 


13. Spider Rock 


14. Dead Horse Point 


15. Meteora, Greece


source: http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?t=123045

Kamis, 13 Januari 2011

Mari Jalan-jalan ke Coober Pedy, Kota Unik Di Bawah Gurun Australia




Coober Pedy merupakan sebuah kota yang terletak di bagian utara Australia Selatan dan dikenal sebagai ibukota opal dunia, karena hampir 95 persen dari pasokan opal dunia berasal dari tambang setempat. Ini kota kecil dengan penduduk sekitar 3000, memiliki cara hidup yang unik - hampir setengah dari mereka hidup di bawah tanah.


Kembali pada tahun 1916 ketika orang-orang pindah ke Coober Pedy untuk tambang opal, suhu musim panas yang keras memaksa mereka masuk ke dalam gua-gua yang digali di lereng bukit.

Ketika suhu di luar mengamuk lebih dari 40 derajat Celcius, suhu di bawah tanah tetap nyaman dan stabil  sepanjang tahun. Bahkan saat ini, orang kota lebih memilih untuk membangun rumah mereka di gua-gua bawah tanah. Bahkan, banyak dari rumah yang ditinggali sekarang adalah sisa dari jalur tambang opal.


Membangun rumah baru di Coober Pedy jauh lebih murah dan lebih cepat dibandingkan dengan metode pembangunan konvensional. Rumah tidak sepenuhnya di dalam gua seperti yang orang-orang bayangkan namun digali dari sisi bukit. Pintu masuk biasanya di tepi jalan, dan kamar digali ke dalam bukit.







Gereja Coober Pedy




Rumah-Rumah di Coober Pedy





Rumah Contoh Coober Pedy



Hotel di Coober Pedy