Home

Selasa, 28 Desember 2010

10 Bangunan Terluas Di Dunia



10. Suvarnabhumi Airport, Thailand





Boleh dibilang bahwa bandara Suvarnabhumi Airport adalah salah satu bandara terbesar di Asia Tenggara, dengan ruang tunggu yang luas serta ruang kendali dan administrasi yang luas juga, total luas seluruh bangunan ini adalah sebesar 563,000 m (lapangan landasan pesawat tidak masuk hitungan).

9. Hong kong International Airport, China


Peringkat sembilan masih tetap dikuasai oleh bandara, namun kali ini bukan dari Asia Tenggara, melainkan dari China, yaitu Hong kong International Airport, sebagai salah satu bendara tersibuk di dunia, bangunan bandara ini mempunyai luas sebesar 570,000 m.


8. K-25, USA


K-25, USA adalah sebuah pusat produksi dan penelitian uranium milik Amerika Serikat yang berada di daerah Tennesee. Bangunan ini dibangun pada tahun 1945 dan menghabisakn biaya sampai 512 juta dollar. Seluruh area bangunan ini adalah seluas 609,000 m.

7. Pentagon, USA


Pentagon adalah markas pusat militer dan pertahanan Amerika Serikat, jadi tak heran jika Pentagon mempunyai luas yang sangat luar biasa, hal ini dikarenakan di Pentagon terdapat banyak senjata dan berbagai teknologi kemiliteran milik Amerika Serikat, luas seluruh bangunan ini mencapai 610,000 m.

6. The Palazzo, USA


Peringkat 6 masih tetap ditempati oleh Amerika Serikat, namun kali ini bukan bangunan kemiliteran, melainkan sebuah hotel dan kasino megah yang berada di Amerika Serikat. The palazo hotel and resort merupakan bangunan mewah dengan konstruksi kelas satu. Luas bangunan ini mencapai 645,581 m.

5. Berjaya Times Square, Malaysia


Berjaya Times Square adalah sebuah pusat shoping dan hiburan terbesar di Malaysia. Di dalam Berjaya Times Square terdapat dua hotel bintang lima, pusat perbelanjaan, kantor, taman indoor, dan fasilitas mewah lainnya, luas bangunan ini adalah 700,000 m.

4. The Venetian, Makau, China


Sebagai tujuan wisata utama sekaligus ajang judi dunia, Makau memerlukan sebuah tempat komplek yang di dalamnya ada kasino, hotel, mall dan sebaginya. Dan The Venetian lah jawabanya, tempat ini memenuhi semua syarat sebagai tempat rehat wisatawan Makau, luas The Venetian ini mencapai 980,000 m.

3. Beijing Capital International Airport, China


Beijing capital international Airport adalah bandara penting di China, Beijing Capital International Airport tercatat sebagai bandara tersibuk ke-8 dunia serta bandara terluas ke-2 di dunia, luas bandara ini mencapai 986,000 m.

2. Aalsmeer Flower Auction, Belanda


Aalsmeer Flower Auction adalah sebuah pusat pasar bunga dunia, setiap harinya, ribuan dan jutaan bunga datang untuk dipasarkan ke Belanda dan seluruh Eropa, luas pasar bunga terbesar di dunia ini mencapai 990,000 m.

1. Dubai International Airport, Dubai


Dubai International Airport adalah bandara terbesar di dunia, dengan 97 escalator, 157 lift, 180 check-in counters, dan ruang parkir yang sanggup menampung sampai 2600 mobil membuat bandara ini terpilih sebagai bangunan terluas di dunia dengan luas total bangunan mencapai 1,500,000 m.

Ilustrasi Kota Yang Ada Di Masa Depan


Sebuah gambar yang bernilai ribuan kata. Mereka adalah beberapa prediksi kota-kota menarik di masa depan yang jauh. Bayangkan bangunan besar, bangunan futuristik, dekat menara Eiffel, Dubai yang terlihat begitu futuristik dalam waktu kami dan Anda berpikir bahwa hal itu tidak bisa pergi lebih jauh.

Opera House di Sidney kedekatan yang begitu pedesaan yang tidak dapat pergi lebih tinggi. Semua itu adalah beberapa desain kota-kota terbesar di dunia dan gedung DPR yang menunjukkan kepada kita bagaimana mereka bisa melihat di masa depan.


10 Rahasia Sukses Orang-Orang Jepang



Apa sajakah sikap-sikap orang Jepang yang bisa kita contoh biar bisa sukses kayak bangsa mereka ??
Berikut adalah 10 rahasia Sukses orang Jepang :

1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.



2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya.

Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.


3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.


4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.


5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics.

Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.


6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo .

Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini


7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca.

Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.


8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.


9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri.

Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.


10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

source: http://hakiembunitas.blogspot.com/2009/11/10-rahasia-sukses-orang-orang-jepang.html

10 Bangunan Terbaik Dalam 1 Dekade


1. Millennium Dome, London, Tahun 2000


Didesain oleh the Richard Rogers Partnership dan engineers Buro Happold, diameternya 365 meter dengan puncaknya mencapai 100 meter. Saat ini tenda raksasa seukuran titanic ini masih merupakan sesuatu yang sangat impresif dilihat dari desain dan dimensinya.



2. Blur, Expo 02, Yverdon-les-Bains, 2002



Pavilion sensasional ini didesain oleh arsitek-arsitek New York, Diller + Scofidio, dulunya merupakan bintang di acara Switzerland’s Expo 02. Layaknya ayunan kucing dari besi tensil, dengan tinggi 20 meter dan panjang 100 meter, mengumpul di ujung dermaga yang terbuat dari baja dan kaca di atas danau Neutchatel. Di dalamnya, 30 ribu water jet menciptakan kabut awan yang tidak pernah berhenti.


3. Serpentine Pavilion, London, 2002



Pavilion indah ini didesain oleh arsitek Toyo Ito dan engineer Cecil Balmond, dibangun sebagai acuan suatu arsitektur di masa depan, dimana batasan dinding-dinding, lantai, langit-langit, interior, dan eksteriornya seolah menyatu. Istilah jaman sekarang, canggih dan minimalis.


4. 30 St Mary Axe, London, 2003





Awalnya "ketimun" milik Norman Foster ini dikagumi sekaligus dicemooh. Kebanyakan terpesona oleh bangunan kantornya ini, meski beberapa lagi mengira itu mewakili ambisi berlebihan dari kotanya. Disini terdapat skygardens yang mempesona dan restoran ternama yang mendunia.


5. European Southern Observatory Hotel, Cerro Paranal, Chili, 2003



"Hotel" ini untuk para ahli astronomi yang bekerja di gurun Atacama, merupakan gabungan yang sempurna antara arsitektur dan landscpae, dari praktisi Munich, Auer dan Weber, serta engineer Mayr dan Ludescher. Geometrik dinding-dinding beton merah yang cantik membentuk halaman gaya biara dan pura, di belakangnya ruangan-ruangan yang berbaris banyak.


6. Beijing National Stadium, Beijing, 2008




Stadion berkapasitas 80 ribu tempat duduk ini didesain oleh arsitek-arsitek Swiss Herzog and de Meuron dan juga seniman Cina, Ai Weiwei, merupakan bangunan landmark bagi acara Olimpiade 2008. Terdiri dari dua bangunan utama, salah satunya berada di dalam lainnya: suatu mangkok beton raksasa berwarna merah untuk tempat duduk dikelilingi oleh "sarang burung" baja raksasa.


7. Stasiun Kereta St Pancras, London, 2007

Merupakan kebangkitan luar biasa dari ujung penghabisan rel jaman Victorian Gothic, saat ini merupakan salah satu stasiun terbesar di dunia. Alastair lansley memimpin timnya selama lebih dari satu dekade, merubah gaya arsitektur abad 19 dan menjadikannya rumah bagi kereta-kereta cepat abad 21. Di sini juga terdapat hotel dan flat penthouse bagi yang ingin bermalam.


8. Le Viaduc de Millau, Aveyron, 2004



Jembatan yang indah dan mengagumkan ini melewati Lembah tarn di selatan Perancis. Didesain oleh engineer Michel Virlogeux dan Norman Foster, jembatan Viaduc de Millau ini paling indah dilihat dari puncak sisi lembahnya, terutama saat ujung-ujung tiang jembatannya muncul di antara awan-awan di musim panas.


9. Neues Museum, Berlin, 2009



Setelah 10 tahun rekonstruksi yang melelahkan, bangunan budaya abad 19 yang ditutup tahun 1939 ini kembali dibuka dan menjadi populer. Didesain ulang secara kompleks dan inteligent oleh arsitek Inggris David Chipperfield, yang tidak menghilangkan nuansa bangunan klasiknya meski harus disesuaikan perkembangan teknologi saat ini.


10. Burj Dubai, Bangunan Tertinggi di Dunia


Tingginya yang menjulang ke langit hingga 818 meter, ekuivalen dengan bangunan Empire State Building plus Chrysler Building di atasnya. Didesain oleh Adrian Smith da Bill Baker dari Chicago, al-Burj memiliki 160 lantai kamar hotel, apartemen gaya Armani dan perkantoran.

Banda Naira, Surga Kecil di Timur Indonesia




Pulau kecil ini pernah menjadi tujuan para pelaut Asia dan Eropa. Saat itu rempah-rempah sama berharganya dengan emas. Benteng-benteng kuno, pelabuhan dan rumah tua bergaya kolonial, menjadi saksi bisu bahwa pulau kecil di Maluku Tengah ini pernah jadi pusat perekonomian dunia. Inilah Banda Naira, secuil surga kecil di Timur Indonesia.

Banda Naira tidak besar. Bisa dijelajahi dengan berjalan kaki selama 3 jam. Jalan aspal menghubungkan seluruh Pulau. Kendaraan roda empat bisa dihitung dengan jari. Selain kendaraan dinas milik pemerintah dan polisi, tidak ada warga yang memiliki mobil.


"Mau ke mana pakai mobil? Di sini selain dinas, tidak ada yang pakai mobil. Naik sepeda, pakai ojek atau jalan kaki saja," ujar Zainuddin, seorang warga Banda Naira saat berbincang dengan detikcom, Kamis (30/7/2010).


Pulau kecil ini juga menyimpan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tokoh-tokoh pergerakan seperti Muhammad Hatta dan Sjahrir pernah diasingkan di Banda Naira. Rumah bekas peninggalan mereka pun masih terpelihara dan dijadikan museum. Siapa saja bisa belajar sejarah di sini.

Berjalan kaki sekitar 15 menit ke arah Barat, Benteng Belgica berdiri kokoh. Lengkap dengan meriam-meriamnya yang mengarah ke laut. Kondisi benteng masih sangat baik. Pengunjung bisa naik ke atas menara benteng dan melihat laut lepas dan Pulau Banda Naira dari atas benteng yang dibangun pada abad ke-17 ini.

Jika hari sudah beranjak senja, berjalanlah ke arah dermaga. Matahari perlahan tenggelam, meninggalkan semburat warna yang menawan di langit luas beralaskan laut.


Untuk mencapai Banda Naira, ada kapal feri yang berangkat setiap dua minggu sekali dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Selain itu bisa juga dicapai lewat Ambon dengan kapal cepat. Kini ada penerbangan yang melayani rute Ambon-Banda Naira, satu minggu sekali.

Urusan penginapan, ada beberapa alternatif. Hotel rata-rata bertarif Rp 300-400 ribu permalam. Tapi jika ingin hemat, ada beberapa losmen nyaman yang tarif permalamnya hanya Rp 100 ribu.

Untuk makanan, harganya memang lebih tinggi dari Pulau Jawa. Sekali makan bisa habis Rp 20 sampai 30 ribu. Wajar saja, biaya mengirimkan bahan makanan ke sini memang tidak murah. Tapi jika sudah jauh-jauh ke sini, sirup pala dan ikan bakar, jangan sampai dilewatkan.

Saat Sail Banda 2010, pulau kecil ini kembali menjadi tempat persinggahan kapal-kapal dari seluruh dunia. Namun kini tidak ada meriam yang mengarah ke pantai. Atau persaingan menguasai rempah-rempah di Maluku. Hanya tersisa jabat tangan dan senyum persaudaraan dari seluruh dunia di Banda Naira.


Read more: http://siradel.blogspot.com/2010/07/banda-naira-surga-kecil-di-timur.html