Home

Sabtu, 29 Januari 2011

Tekhnik Pengepakan Kuno Efisien dan Efektif


Cara Pengemasan Keramik Zaman Dulu
Cara Pengemasan Keramik Zaman Dulu
Bagaimana cara pedagang keramik porselen China zaman dulu mengemas barang jualannya yang mudah pecah dan mengapalkannya sehingga tiba di tempat tujuan dengan utuh?
Pertama-tama mereka akan memenuhi kotak kayu eboni  (sejenis kayu hitam) dengan daun teh yang telah dikeringkan dan memasukkan porselin ke dalam gundukan daun teh tersebut.
Kemudian mereka akan memasukkan kotak ini ke dalam kotak kayu besar yang dipakukan di lantai kabin, dan akan dilapisi  lagi oleh daun teh kelas dua. Karena kotak kayu ebony sangat keras dan daun teh dibungkuskan di lapisan dalam dan lapisan luar keramik.
Bahkan ketika menghadapi badai laut, para pedagang tetap dapat duduk santai dan tidak khawatir ketika berlayar melewati samudra.
Yang lebih istimewa adalah ketika kapal tiba di tempat tujuan, para pedagang akan memilah milah daun teh untuk dijual; dan kemudian menjual kotak kayu eboni kecil sebagai kotak perhiasan.
Kotak yang besar kemudian akan dijual kepada masyarakat Eropa sebagai meja kopi atau kabinet, dan barang porselin China yang paling terakhir dijual.
Kadang kala keuntungan yang didapat dari kotak eboni dan daun teh akan lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan yang didapat dari penjualan barang porselin China.
Saat ini, kita, sebagai orang modern, dengan teknologi tinggi, menggunakan busa pembungkus, lakban, kardus dan mengembangkan kotak anti pecah dari bahan plastik.
Secara nyata, keuntungan ekonomi menjadi lebih berkurang karena harus membeli barang-barang pembungkus tersebut, setelah dipakai hampir tidak bernilai jual, dan bahkan menghasilkan limbah yang merusak lingkungan.
Fakta ini membuktikan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan pemikiran yang bijaksana. (Erabaru/jo)

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar